PT. DUTA BUANA MANDIRI
Your Preferred Energy Partner
> News > Detail

Harga Batubara Rontok, Pengusaha Minta Ekspor Dibatasi

Monday, 28 October 2013 at 14:22 WIB




Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) meminta kepada pemerintah agar melakukan pembatasan ekspor batubara. Alasannya dengan pembatasan tersebut maka harga batubara dapat naik kembali, setelah saat ini rontok.

"Harga batubara saat ini masih terus turun, kondisi ini akan masih akan berlangsung hingga akhir tahun, saat ini harga batubara masih tertekan diharga US$ 86-US$ 87 per ton," kata Ketua Umum APBI Bob Kamandanu, ditemui di kantornya di Graha Irama, Kuningan, Selasa (8/10/2013).

Agar harga batubara bisa naik, Indonesia harus mengurangi pasokan ekspor batubara ke luar negeri. "Kita ini produsen terbesar batubara di dunia, agar harga bisa naik ke angka ekonomis di atas US$ 90 per ton dari yang saat ini US$ 87 per ton, perlu adanya pembatasan ekspor agar harganya naik," ucap Bob.

Menurutnya jika pembatasan ekspor dilakukan ada ketakutan sebagian pengusaha batubara di Indonesia, pasarnya akan dimasuki oleh Amerika Serikat yang selama ini memang menahan produksi batubara, ada China, India dan Australia.

"Tidak perlu takut, kita penguasa pasar batubara di Asia, sulit kalau Amerika masok ke Asia yang merupakan pasar kita, karena terlalu jauh, dari Kolombia juga sangat jauh, dari China kebutuhan mereka juga tinggi, dari Australia bisa cuma kualitas batubaranya lebih bagus dan mahal, jadi tidak perlu takut," ungkapnya.

Menurut Bob, saat ini banyak perusahaan batubara yang mengenjot produksinya dan meningkatkan penjualan ekspor batubara.

"Itu dilakukan karena menutup produksi agar ekonomis karena harga batubara yang turun, ada yang karena untuk menutup utang, ada pula karena kontrak, tapi kalau kita tidak mulai secepatnya, akan sia-sia batubara ini sekali keruk tidak ada lagi masa hanya mau dijual dengan harga yang murah," katanya.